<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A Bit story Of my life &#187; jatuh cinta</title>
	<atom:link href="http://ernanuraeni.com/tag/jatuh-cinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ernanuraeni.com</link>
	<description>Just Learning by doing</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jun 2009 15:07:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Apakah anda menikah dengan pasangan yang tepat?</title>
		<link>http://ernanuraeni.com/apakah-anda-menikah-dengan-pasangan-yang-tepat/</link>
		<comments>http://ernanuraeni.com/apakah-anda-menikah-dengan-pasangan-yang-tepat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 16:47:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring threads]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pasanga tepat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ernanuraeni.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Saya copas artikel ini dari sebuah email, saya tidak mengedit sedikit pun karena takut jadi tak sefaham sama yang nulis..:) ayo kita baca, kali aja ada yang lagi butuh pencerahan masalah beginian, walaupun saya sendiri blom  bisa memaknainya  seperti yang penulis sampaikan..( sedikit aneh tidak?   )
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..
Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba
melontarkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Saya copas artikel ini dari sebuah email,</strong> saya tidak mengedit sedikit pun karena takut jadi tak sefaham sama yang nulis..:) ayo kita baca, kali aja ada yang lagi butuh pencerahan masalah beginian, walaupun saya sendiri blom  bisa memaknainya  seperti yang penulis sampaikan..( sedikit aneh tidak? <img src='http://ernanuraeni.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba<br />
melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, &#8220;bagaimana saya tahu kalo<br />
saya menikah dengan orang yang tepat?&#8221;<br />
Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi<br />
saya menjawab &#8220;Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami<br />
anda?&#8221;<br />
Dengan sangat serius dia balik bertanya &#8220;Bagaimana anda tahu?!&#8221;</p>
<p>&#8220;Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.&#8221;</p>
<p>Inilah jawabanya!<br />
SETIAP ikatan memiliki siklus.<br />
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan<br />
pasangan anda.<br />
Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian<br />
sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang<br />
bersemangat, begitu menyenangkan.<br />
<span id="more-83"></span><br />
Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.<br />
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu<br />
spontan. Ngga perlu berbuat apapun<br />
Makanya dikatakan &#8220;jatuh&#8221; cinta!</p>
<p>Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan &#8220;aku mabuk cinta&#8221;<br />
Bayangkan eksprisi tersebut!<br />
Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba<br />
sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.</p>
<p>Jatuh cinta itu mudah.<br />
Sesuatu yang pasif dan spontan.<br />
Tapi?<br />
Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..<br />
perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.</p>
<p>Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan,<br />
belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat<br />
bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada..</p>
<p>Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu,<br />
namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda,<br />
anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan,<br />
pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan<br />
pada tahapan-tahapan selanjutnya.</p>
<p>Dan pada situasi inilah pertanyaan &#8220;Did I marry the right person?&#8221; mulai<br />
muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..<br />
Nah Lho!</p>
<p>Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta<br />
yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami<br />
eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.<br />
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?<br />
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu<br />
dan mencari pelampiasan diluar.<br />
Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini.<br />
Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.</p>
<p>Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya,<br />
hobinya, pertemanannya, nonton TVsampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-<br />
hal yang menyolok lainnya.</p>
<p>Tapi tau ngga?!<br />
Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya<br />
ada di dalam pernikahan itu sendiri.</p>
<p>Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya<br />
Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh,<br />
Anda bisa!</p>
<p>Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan<br />
merasa lebih baik.<br />
Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan<br />
mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).<br />
Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah<br />
anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah.<br />
Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati<br />
keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.<br />
Itu adalah siklus&#8230;</p>
<p>Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)<br />
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT,<br />
NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR<br />
MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!</p>
<p>Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan<br />
Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi!<br />
Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya<br />
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.</p>
<p>Benar juga ungkapan &#8220;diperbudak cinta&#8221;<br />
Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.<br />
Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK<br />
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga<br />
berjalan dengan baik .</p>
<p>Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.<br />
Cinta bukanlah MISTERI</p>
<p>Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan<br />
ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.<br />
Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi),<br />
dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.<br />
Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat<br />
tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga<br />
juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.<br />
Ini merupakan reaksi sebab akibat.</p>
<p>Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita<br />
bisa &#8220;MEMBUAT&#8221; cinta bukan &#8220;JATUH&#8221;.</p>
<p>Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan<br />
sebuah DECISION,<br />
dan bukan cuma PERASAAN..!</p>
<p>jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
ia tidak mendengar&#8230;<br />
namun senantiasa bergetar&#8230;.</p>
<p>jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
ia tidak buta..<br />
namun senantiasa melihat dan merasa..</p>
<p>jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
ia tidak menyiksa..<br />
namun senantiasa menguji..</p>
<p>jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
ia tidak memaksa..<br />
namun senantiasa berusaha..</p>
<p>jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
ia tidak cantik..<br />
namun senantiasa menarik..</p>
<p>jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
ia tidak datang dengan kata-kata..<br />
namun senantiasa menghampiri dengan<br />
hati..</p>
<p>jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
ia tidak terucap dengan kata..<br />
namun senantiasa hadir dengan sinar<br />
mata..</p>
<p>jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
ia tidak hanya berjanji..<br />
namun senantiasa mencoba<br />
memenangi..</p>
<p>jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
ia mungkin tidak suci..<br />
namun senantiasa tulus..</p>
<p>jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
ia tidak hadir karena permintaan..<br />
namun hadir karena ketentuan&#8230;</p>
<p>jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
ia tidak hadir dengan kekayaan dan<br />
kebendaan&#8230;<br />
namun hadir karena pengorbanan dan<br />
kesetiaan..</p>
<p>Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya<br />
Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiannya</p>
<p>Pada akhirnya, pernikahan itu sesungguhnya adalah decision/ keputusan<br />
yang lahir dari consideration/ pertimbangan berdasarkan choice/<br />
pilihan. Artinya bila kita sudah memutuskan dengan siapa kita menikah,<br />
keputusan itu seharusnya lahir dari pertimbangan- pertimbangan matang<br />
dari seluruh aspek dan kriteria rohani dan logis terhadap pilihan yang<br />
diperhadapkan kepada kita. Kalau kita sudah memilih, mempertimbangkan<br />
dan memutuskan adalah rancu dan tidak bertanggung jawab bila di<br />
pertengahan perjalanan baru kita mempertanyakan &#8220;Apakah benar ini<br />
pasangan yang tepat buat saya?&#8221;</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fernanuraeni.com%2Fapakah-anda-menikah-dengan-pasangan-yang-tepat%2F';
  addthis_title  = 'Apakah+anda+menikah+dengan+pasangan+yang+tepat%3F';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ernanuraeni.com/apakah-anda-menikah-dengan-pasangan-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
